Asal Usul Rumah Gadang Lengkap dengan Penjelasan Bagian-bagiannya

RUMAH GADANG + rumah rumah di kenal dengan sebutan Rumah Gadang (Besar), atau terkadang dimaksud dengan juga Rumah Bagonjong. Besar tidak cuma dalam artian fisik, namun lebih dari itu, yakni dalam artian peranan serta peranannya yang terkait dengan kebiasaan. Tingginya penilaian orang Minangkabau dengan rumah adatnya dikemukakan dengan kiasan atau perumpamaan tersebut :

Rumah gadang sampingan ruangan, salajang kudo balari, sapakiek budak maimbau, gonjongnya rabuang mambasuik, antieng-antiengnyo disemba alang, parabuangnyo si ula gerang, batatah si timah putiah, rusueknyo tareh limpato, cucuran atoknyo alang babega, saga tasusun sarupo bada mudiek. Parannyo si ula gerang, batata aie ameh, salo-manyalo aie perak. Jariaunyo puyuah balari, dindieng ari dilanja paneh, tiang tapi panague jamu.

Rumah Gadang

Rumah Gadang minangkabau

Rumah Gadang dibangun diatas tanah golongan yang berkaitan. Bila akan dibangun, panghulu dari golongan itu membuat musyawarah terlebih dulu dengan anak kemenakannya. Sehabis bisa kata setuju dibawa pada panghulu-panghulu yang ada pada persukuan dan sebagainya dibawa pada panghulu-panghulu yang berada di nagari.

Untuk mencari kayu diserahkan pada orang kampung serta sanak keluarga. Tempat ambil kayu pada rimba ulayat suku atau ulayat nagari. Tukang yang kerjakan rumah itu berbentuk pertolongan dari tukang-tukang yang ada pada nagari atau diupahkan dengan makin lama makin.

Rumah Gadang Berasal Dari

Diliat dari langkah membuat, melakukan perbaikan serta buka (merobohkan) rumah gadang, ada unsur kebersamaan serta kegotongroyongan sesama anggota orang-orang tanpa ada menginginkan balas jasa. Peranan sosial begitu diprioritaskan dari peranan intinya. Meskipun satu rumah gadang adalah punya serta didiami oleh anggota golongan spesifik, tetapi pada prinsipnya rumah gadang itu merupakan punya nagari, karna membangun satu rumah gadang didasarkan atas beberapa ketetapan kebiasaan yang berlaku di nagari serta setahu panghulu-panghulu untuk membangun atau membukanya.

Rumah Gadang Adalah Rumah Tradisional Suku Bangsa

Rumah Gadang berperan jadi rumah serta tempat acara kebiasaan. Ukuran ruangan bergantung dari banyak penghuni dirumah itu. Tetapi, jumlah ruang umumnya ganjil, seperti lima ruangan, tujuh, sembilan atau lebih. Jadi rumah, rumah gadang memiliki bilik-bilik di bagian belakang yang didiami oleh wanita yang telah bekeluarga, ibu-ibu, nenek-nenek serta anak-anak.

Rumah Gadang Padang

Peranan rumah gadang yang penting juga merupakan jadi iringan kebiasaan, seperti mengambil keputusan kebiasaan atau tempat melakukan acara seremonial kebiasaan seperti kematian, kelahiran, perkawinan, membuat acara kebesaran kebiasaan, tempat mufakat dan sebagainya. Perbandingan ruangan tempat tidur dengan ruangan umum merupakan sepertiga untuk tempat tidur serta dua pertiga untuk kebutuhan umum. Pemberian ini berikan arti kalau kebutuhan umum lebih diprioritaskan dari pada kebutuhan pribadi.

Rumah Gadang Dari

Nyatanya kekhasan bentuk atap Rumah Gadang yang melengkung serta lancip ini sudah memberikan inspirasi sebagian arsitek di belahan dunia beda, seperti Ton van de Ven di Negera Belanda yang sudah mengambil design Rumah Gadang untuk bangunan The House of the Five Senses.

Rumah Gadang Vector

Bangunan yang mulai dioperasikan mulai sejak th. 1996 itu dipakai jadi gerbang paling utama pada suatu Taman Hiburan di Belanda bernama Efteling. Bangunan dengan tinggi 52 M serta luas atap 4500 M² itu adalah bangunan dengan konstruksi kayu serta atap jerami yang terbesar didunia berdaasarkan Guinness Book of Records.

Fungsi Rumah Gadang

Sekali lagi Trend Langkah Buat Motif Batik Catat yang Gampang serta Sederhana
Diluar itu design Rumah Gadang yang terdapat banyak di Negeri Sembilan juga adalah adopsi dari bangunan paviliun Malaysia pada World Shanghai Expo 2010 yang diselenggarakan di Shanghai, China th. 2010.

Rumah Gadang Pagaruyuang

isi atap yang melengkung serta lancip pada Rumah Gadang atau yang umum dikatakan sebagai Gonjong ini jadi satu diantara lambang atau ikon untuk orang-orang Minangkabau. Diluar itu ada pula ikon beda orang-orang Miangkabau yakni seperti warna emas-kuning-merah-hitam, rendang, serta yang lain.

Rumah Gadang Jakasampurna

Untuk orang yang merantau serta sudah mencapai keberhasilan dan bisa menolong kampung halaman termasuk juga keluarga yang tengah menanggung derita adalah satu hal yang dipuji. Aksi begini banyak berlangsung di Indonesia yang umumnya dikerjakan oleh “Keluarga Besar A”, “Keluarga Besar B”, atau “Paguyuban Warga Kampung A” ataupun “Paguyuban Warga Kampung B”, dan sebagainya.

Rumah Gadang Kartun

Di Malaysia, hal sesuai sama itu banyak dikerjakan oleh mukimin dari Minangkabau di Seremban, Negeri Sembilan. Pertolongan pada kampung halaman juga telah mulai terwujud. “Kami berkumpul di organisasi yang telah tercatat di pemerintah, Pertubuhan Kebijakan Orang-orang Minang Daerah Seremban Negeri Sembilan Darul Spesial, ” kata satu diantara pimpinan dari perkumpulan, Fauzi Hj Abdur Rahma.

Rumah Gadang Sungai Beringin

Waktu didapati di satu diantara toko latihan mengemudi di Seremban, sekitaran 50 KM selatan Kuala Lumpur, terlihat pengurus perkumpulan Minang itu tengah lakukan musyawarah.

“Kami tengah mendiskusikan gagasan pertemuan besar jadi arena bersilahturahmi, sekalian untuk buat seperti kartu anggota, serta gagasan menyatukan dana dengan dengan untuk diantar ke lokasi Minangkabau, Sumatera Barat, ” imbuhnya.

Rumah Gadang Bukittinggi

Pertubuhan juga akan mendata lalu memberi kartu biru serta merah pada warga asli asal Minang. Kartu biru buat mereka yang telah jadi warga negara Malaysia sedang kartu merah untuk yang masih tetap jadi warga negara Indonesia.

Sampai kini, semasing dari mereka memanglah sudah kirim pertolongan untuk keluarga di tanah leluhur. “Sekarang ini kami tengah berusaha untuk kirim dana dengan bersama supaya merasa besar faedahnya hingga dapat melakukan perbaikan maupun membuat masjid, madrasah, dan fasilitas orang-orang yang lain, ” Fauzi memberikan.

Rumah Gadang Gajah Maharam

Beberapa pengurus pertubuhan itu tertarik waktu ketahui kalau Kompas lewat DKK (Dana Kemanusiaan Kompas) juga sudah banyak menolong orang-orang Sumatera Barat yang tengah menanggung derita.

DKK yang menyatukan sumbangan dari beberapa dermawan pembaca Kompas, sekurang-kurangnya, telah menolong perbaikan gizi lebih dari 900 anak balita gizi jelek di propinsi Sumatra Barat.

Rumah Gadang Bekasi

“Kami akan lakukan seperti DKK, memerhatikan kemuudian menolong keluarga yang tengah menanggung derita di tanah kelahiran, ” kata Hasyim yang pindah ke Negeri Sembilan saat muda pada th. 1941. Negeri Sembilan yang beribukota di Seremban memiliki mukimin asal Minang paling besar di Malaysia. Tetapi tak ada data tentu (resmi) berkaitan mukimin itu. Fauzi cuma menjawab, “ribuan”.

Rumah Gadang Mande Rubiah

Walau bagaimanapun, hubungan dekat Negeri Sembilan dengan Sumatera Barat telah tersambung mulai sejak beberapa ratus th. yang kemarin.

Waktu Pelabuhan Port Dickson mulai diperkembang pada th. 1500 M, hingga berbondong-bondonglah orang dari luar Negeri Sembilan yang masuk serta coba peruntungan di sana. Tidak kecuali diantara mereka yang sudah masuk lewat Port Dickson yang disebut beberapa perantau dari Sumatera Barat.

Rumah Gadang Payakumbuh

Juga tak ada data resmi mulai kapan orang-orang Sum Sumatra melewati Selat Malaka. “Menurut beberapa orang tua dahulu, beberapa leluhur mereka mulai masuk di waktu Kerajaan Pagaruyung masih tetap berjaya di Tanah Minangkabau, yakni sekitaran th. 1718, ” kata Fauzi.

Sekali lagi Trend Cerita Masuk Islamnya Sang Khalifah Umar bin Khattab
Beragam data yang ada di Kompas mengatakan, Pagaruyung merupakan ibu kota Kerajaan Minangkabau pada jaman dahulu yang tempatnya terdapat di Propinsi Sumatra Barat sisi tengah.

Rumah Gadang Sumbar

Dalam Perang Paderi, Kerajaan Pagaruyung yang awalannya dikuasai oleh golongan Paderi lantas dihancurkan oleh penjajah Belanda hingga perubahannya turun mencolok serta saat ini jadi satu kota kecil saja.

Berdasar pada data beda mengatakan kalau sehabis wafatnya Sultan Achmad Syah sekitaran th. 1679 (Raja Minangkabau yang disebut keturunan Hindu-Jawa sudah masuk Islam).

 

Jasa Desain Rumah

Leave a Reply